csm_hair_dresser_15118cc7da

Klinik kecantikan bukanlah budaya yang benar-benar baru dalam perawatan kecantikan. Sebelumnya telah ada jenis industri budaya lain yang juga mengadopsi ilmu kedokteran, seperti industri kosmetik dan salon kecantikan. Namun klinik kecantikan sukses menyandang predikat sebagai jasa perawatan kecantikan yang dianggap paling sehat. Tulisan ini merupakan rigkasan penelitian tentang bagaimana klinik kecantikan begitu cepat menjadi bagian hidup seharihari masyarakat konsumennya. Fokus penelitian ini adalah Natasha Skin Care, sebuah klinik kecantikan paling popular di Indonesia saat ini. Menurut Richard Johson proses sebuah industri budaya sampai pada masyarakat konsumennya melalui komunikasi yang timpang, membentuk pola komunikasi siklik, saling terhubung namun penuh dengan keterpelesetan, saling mewarnai namun tidak menentukan secara pasti antara produsen industri budaya dengan masyarakat konsumennya. Penelitian ini ditempuh dengan kerja multidispliner, menggunakan setidaknya tiga metode interpretasi, yaitu etnografi, analisis wacana dan hermenuitik sosial.

Full Text

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>