Social mampingPemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan resmi menetapkan nama Program Studi (Prodi) Pembangunan Sosial. Nama formalnya Program studi Pembangunan Sosial Program Sarjana. Ketetapan ini diketahui melalui Salinan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 527/M/2020, yang ditandatangani Kepala Biro Hukum Kemendikbud.

Sebelumnya nama program studi adalah Program Studi Ilmu Sosiatri. Perubahan nama dilakukan berlandaskan perubahan perspektif keilmuan mengenai masyarakat dan pentingnya jejaring keilmuan pada tingkat nasional dan internasional.

Ilmu sosiatri memandang masyarakat sebagai “orang sakit” yang perlu  didiagnosis dan dicarikan obatnya. Pada tingkat internasional tidak ada jaringan keilmuan untuk ilmu ini karena lahirnya bersifat lokal.

Pembangunan Sosial melihat masyarakat sebagai entitas yang dapat berkembang. Maka fokus pembangunan sosial bukan pada penyakitnya (seks bebas, narkoba, dll.), tetapi pada cara untuk mengembangkan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sumberdaya mereka secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan kata lain Pembangunan Sosial mengutamakan pemberdayaan masyarakat/komunitas (community empowerment).

Fokus tersebut disepakati Universitas Mulawarman bersama dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI).  Dua bidang pokok (major) lain yang disepakati APSI adalah kebijakan sosial dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Fokus kebijakan sosial (social policy) adalah kajian tentang kebijakan negara dalam menangani (pencegahan dan pengembangan) masalah sosial. Tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) mengkaji tata kelola CSR, yakni bagaimana perusahaan membangun hubungan yang bertanggung jawab dengan masyarakat, sehingga memberi manfaat untuk kesejahteraan masyarakat.

Secara historis proses perubahan nama ini sudah dilakukan oleh Unmul sejak 2014. Banyak diskusi pada tingkat program studi dan APSI telah dilakukan. Secara praktis kurikulum pembangunan sosial sudah diterapkan sejak itu. Wajah pembangunan sosial makin jelas dalam kurikulum 2019 yang langsung diterapkan secara penuh pada mahasiswa angkatan 2019. Mahasiswa angkatan sebelumnya juga telah dapat mencicipi kurikulum baru melalui proses ekivalensi kurikulum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>